Taaruf, awal mulanya~
Hari ini aku mau cerita tentang proses taaruf ku. Awalnya aku negatif thinking tentang taaruf, karena kalau gak di terima cowoknya bakal langsung ganti cewek. Rasa gak di perjuangin gimana gitu ? rasa kaya gak ada harganya aja si cewek dan cowok seakan mengejar menikah aja. Aku gak menolak atau anti, tapi saat itu bukan opsi ku. Berawal dari awal tahun ini, aku kaya gak punya resolusi. Hidup rasa hampa dan gada tujuan. Di awal januari aku banyak ketemu temen, diskusi bareng tentang menikah. Pertama mila, aku bilang ke dia mungkin tahun ini belajar dulu dan tahun depan baru berani melangkah. Selang beberapa lama aku kembali ketemu temen ku yang sedikit pemberontak tapi pasrah aja di jodohin (taaruf) sama orang tuanya. Dia bilang, gak ada salahnya nyoba. Kalau gak cocok ya tinggal tolak, benar juga dalam hati ku. Sebenernya ibu dah punya satu pilihan, kalau aku bilang dah siap. Tapi aku selalu bilang belum siap. Januari aku PPG atau rapat guru ict. Aku dateng dengan terpaksa, kar...